Showing posts with label Nanad. Show all posts
Showing posts with label Nanad. Show all posts

Betapa sang Maha Indah tidak hanya menciptakan bumi alakadarnya, Ia menghiasnya dengan berbagai pernak pernik yang indah dan berwarna. Langit, bintang, pantai, padang rumput, pegunungan semua Ia ciptakan sedemikian rupa.

Namun ternyata keindahan Bumi  tidak ada apa-apanya di bandingkan surga, 

Dari Nabi, beliau bersabda: Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia.(Shahih Muslim No.5050)
Don't judge someone just from covered, adalah kalimat yang tak asing bagi kita, ya begitulah karena tidak sepenuhnya penampilan merupakan cerminan diri kita. Contohnya anak PUNK muslim yang satu ini, walaupun PUNKer tetapi shalat tak penah dia tinggalkan, dia juga berusaha menyempatkan untuk membaca Al-Qur'an.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ » رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata : Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk-bentuk kalian dan tidak pula harta-harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati dan amalan-amalan kalian". Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya.

I'm PUNK but my heart is PINK.




عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: تُفْتَحُ أَبْوَابُ اْلجَنَّةِ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ وَ يَوْمَ اْلخَمِيْسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ أَخِيْهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ: انْظُرُوْا هَذَيْنِ حَتىَّ يَصْطَلْحَا

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Pintu-pintu surga akan dibuka pada hari senin dan kamis. Lalu akan diampuni setiap hamba yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu kecuali seseorang yang ada permusuhan di antaranya dan saudaranya”. Dikatakan, “Perhatikan kedua orang ini sehingga mereka berdamai”. [HR Muslim: 2565, Abu Dawud: 4916, at-Turmudziy: 2023, Ahmad: II/ 389, 400, 465 dan Malik. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih]. [16]

Dalam Islam, shalat merupakan tiang agama, dan merupakan ajang pertemuan dengan Allah. Shalat merupakan ajang pertemuan hamba dengan Allah tanpa perantara

"Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardh haniifan musliman wama ana minal musyrikin. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada wajah yang menciptakan langit & bumi dgn lurus, & aku bukan termasuk orang yg menyekutukan-Nya" (QS. Al-An'am, 6: 79).
 
Inna shalati, wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahi rabbil ‘alamin. Segala apa yang ada pada diri ini, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semata. 




Setiap bayi manusia terlahir dengan menggenggam pena dan kanvas kosong di tangannya.
Seiring berjalannya waktu, kanvas kosong itupun terisi garis guratan pena yang kian lama memenuhi tiap cela putih kosongnya.

Kanvas tiap manusia berbeda-beda, tak ada yang serupa.
Begitupun dengan fulan dan fulana
Hingga pada waktunya, kanvas itu pun harus di tunjukkan kepada Sang Maha Pencipta.
Sang Pencipta bertanya kepada fulana.
"Apakah yang telah kau tulis dalam kanvas kosong mu?"
Fulana menjawab.
"Aku hanya mencorat-coretnya dengan garis-garis tak berguna, tiada makna."
Fulana berjalan menghampiri Sang Pencipta sambil menyerahkan kanvas yang penuh coret-coretan hitam di dalamnya.
Sang Maha pencipta murka, Ia pun mengabaikan fulanah.
"Lalu bagaimana dengan mu fulan?"
Kini Sang Pencipta bertanya kepada fulan.
Fulan menjawab
"Aku mengisi kanvas kosongku dengan garis-garis kebaikan dan warna yang indah, karena aku tau kelak aku akan berjumpa dan menunjukkan ini kepadaMu."
Fulan menyerahkan kanvas kosong yang kini telah berubah menjadi lukisan yang teramat indah.

Sang penciptapun menerima kanvas itu ke dalam keridhoanNya...
Fulan dan Fulanahpun berlalu, melalui 2 pintu yang berbeda...
Entah kemana..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tak sadar, ternyata kini giliran ku!!!
Giliran ku menunjukkan kanvas kosong itu.
Sang Pencipta bertanya
"Apa yang kau lukiskan di dalam kanvas kosong mu?"
Tubuhku gemetar menggenggam kanvas ku yang penuh warna, gelap dan terang, merah hitam putih dan jingga.
Namun nampaknya lebih banyak warna gelap didalamnya.
Aku melangkah perlahan, mendekati Sang Pencipta mengulurkan kanvas ku seraya bertanya-tanya.
Akankah Sang Pencipta menyukai isi kanvas ku?
Akan mengikuti jejak siapakah aku?
Fulan atau fulanah?
..........................
.....................
Demikian banyaknya ayat-ayat Allah yang memerintahkan kaum wanita untuk berbusana menutupi auratnya, semua bertujuan demi menjaga dan melindungi wanita dari kenistaan sebagaimana yang terjadi di era liberal seperti sekarang ini. Selain itu, aturan berjilbab merupakan bukti bahwa Islam sangat melarang adanya eksploitasi keindahan tubuh yang telah Allah anugerahkan pada diri setiap wanita. Berikut beberapa ayat-ayat Allah yang mengharuskan seorang wanita untuk berjilbab.
Ayat Pertama:

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.” (QS. An Nur: 31).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada diri setiap wanita adalah perhiasan yang tidak boleh diumbar kecuali kepada mahramnya. Menurut Ibnu Mas’ud tentang perhiasan yang (biasa) nampak dari wanita: “(yaitu) pakaian” (Riwayat Ibnu Jarir). Artinya, yang boleh nampak dari wanita hanyalah pakaian, karena memang itu tidak mungkin disembunyikan.

Perintah ini nampak bertolak belakang dengan modernisasi zaman yang justru mengeksploitasi segala yang ada pada seorang wanita. Saat ini, wanita menjadi objek bisnis yang menggiurkan karena keindahan tubuhnya. Mulai dari model yang dijual keindahan lekuk tubuhnya, sampai pada tingkat pemuas nafsu pria hidung belang yang bergentayangan bagaikan buaya kelaparan.

Padahal semestinya keindahan tubuh seorang wanita hanya boleh dinikmati oleh suaminya yang telah sah menjadi imam dalam hidup di dunia ini.

Pertanyaannya, mengapa banyak wanita yang gemar memamerkan perhiasan tubuhnya kepada orang lain meskipun dirinya telah bersuami? Tidakkah dirinya takut dengan azab Illahi yang banyak menimpa kaum hawa?
Ayat selanjutnya;

 “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. An Nur: 31)

Berdasarkan ayat ini wanita wajib menutupi dada dan lehernya karena merupakan aurat seorang wanita. Allah sungguh lebih tahu umatnya. Bukankah telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa perilaku pelecehan seksual pada wanita sering dipicu oleh “pertunjukan” dada oleh wanita – wanita pengumbar aurat.
Ayat yang lain;

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).

Inilah perintah yang menjadi identitas seorang Muslimah untuk selalu mengenakan jilbab di manapun dirinya berada.

Sebagaimana diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum mukminin, jika mereka keluar rumah karena suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab (pakaian semacam mukena) dari kepala mereka. Mereka dapat menampakkan satu mata saja.”

Dari ayat-ayat perintah berjilbab tersebut, tersirat sebuah tujuan mulia yakni menjaga martabat seorang wanita dari laki-laki asing (bukan mahramnya). Wanita yang baik akan menggunakan jilbab untuk menjaga hijab ketika bersosialisai dengan siapapun dan di manapun, kecuali kepada kerabat keluarganya. Dengan menjaga hijab, kehidupan seorang wanita akan jauh dari fitnah terlebih-lebih gosip di jaman seperti ini.

Dan masih banyak ayat-ayat Allah maupun hadits Rasulullah yang mengharuskan jilbab bagi seorang Muslimah jika dirinya ingin benar-benar mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.

Jilbab menjadi simbol bagi wanita yang terjaga, maka tidak dibenarkan bagi mereka yang berjilbab sementara perilakunya tidak terjaga dari perbuatan zina. Jilbab juga merupakan pelindung seorang wanita baik di dunia maupun di akhirat kelak, maka segeralah kaum hawa di atas bumi Allah ini mengenakan jilbab agar dirinya selamat.

Sungguh mulia para wanita yang hingga detik ini masih dengan bangga menutup aurat dengan cara berjilbab dan tetap istiqomah memakainya dalam keadaan apapun. Inilah bentuk perhatian Allah dengan menjaga para wanita penjaga hijab yang insya Allah akan selalu ditinggikan harkat dan martabatnya baik selama hidup di dunia maupun kelak di akhirat. Semoga kita semua adalah orang – orang yang beruntung karena termasuk dalam umat yang ikut memperjuangkan penegakan Risalah Islam, Amin ya robbal ‘alamin.



Jika ada 1000 orang yang berjuang di jalan Allah,
Maka satu diantaranya adalah AKU.
Jika ada 100 orang yang berjuang di jalan Allah,
Maka satu diantaranya adalah AKU.
Jika ada 10 orang yang berjuang di jalan Allah,
Maka satu diantaranya adalah AKU.
Jika ada 1 orang yang berjuang di jalan Allah,
Maka orang itu adalah AKU.
Jika tidak ada lagi orang yang berjuang di jalan Allah,
Maka islam telah menang, atau AKU telah syahid.

(Asy-Syahid Hasan Al Banna)

Izzatul Islam - Allah Bersamamu

 
Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya



Takwalah pada Allah agar Allah memudahkan
sgala urusan dan perjuangan kita
sungguh Allah kan bersama yang berjihad di jalan-Nya
sungguh Allah Maha Kuat dan Perkasa


Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya


Keadilan yang kita perjuangkan
Kesejahteraan yang kan kita wujudkan
Membutuhkan keimanan serta keikhlasan
Dalam meniti jalan keridhoan


Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya


Amalkan syariat-Nya tuk mendapat balasan-Nya
Keikhlasan tuk tegaknya keadilan
Keadilan di bumi nusantara
Untuk masyarakat adil sejahtera



إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ (رواه التيرمدى: 2723)

 
Artinya :
Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. at –Tirmizi: 2723)

اَلْاِسْلَامُ نَطِـيْفٌ فَتَـنَطَفُوْا فَاِنَـهُ لايَدْخُلُ الْجَنَـةَ اِلانَطِيْفٌ (رواه البيهقى)

Artinya:
Islam itu adalah bersih, maka jadilah kalian orang yang bersih. Sesungguhnya tidak masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (H.R. Baihaqi)

“Sebaik baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik baik tetangga disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya” (H.R al-Hakim) 
‘Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati..’
ALLAH SWT mencipta makhluk di atas muka bumi ini berpasang-pasangan. Begitu juga manusia, tidak akan hidup bersendirian. Kita tidak boleh lari dari berkawan dan menjadi kawan kepada seseorang. Jika ada manusia yang tidak suka berkawan atau melarang orang lain daripada berkawan, dia dianggap ganjil dan tidak memenuhi ciri-ciri sebagai seorang manusia yang normal.


"Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan terletak pada manisnya ucapan dibibir, tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam doanya"

-Imam al-Ghazali-

Allah SWT berfirman :
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya”. (QS. An-Nur : 30-31).

Ayat ini menegaskan empat hal :
a. Perintah untuk menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.
b. Perintah untuk menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.
c. Larangan untuk menampakkan perhiasan kecuali yang biasa tampak.
d. Perintah untuk menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab.

Allah SWT berfirman :
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab: 59).

Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.

”Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ´uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar," (QS. An-Nisa' : 95)



Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Adz-Dzariyat: 17)
 
Ayat ini mengandung makna yang sangat dalam bagi siapapun yang memaknainya. Allah tidak serta merta memerintahkan kita untuk mendirikan shalat tahajud namun lebih pada pemahaman bahwa orang yang bertaqwa memiliki kebiasaan yang demikian. Artinya mereka memanfaatkan akhir-akhir malam mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah sehingga sangat sedikitlah jumlah waktu tidur mereka. Ketika kita memahami dan mendambakan kenikmatan seperti yang digambarkan dalam ayat ini, maka mendirikan shalat malam akan menjadi sebuah momen penting yang tak terlewatkan.

sumber : dakwatuna